Sabtu, 15 Maret 2014

Don't Go | Is It True? (Chapter 2)

Tittle : Don’t Go | Is It True?
Leight : multi chapter
Main Cast: BaekYeol, ChanBaek Couple
Genre: hhmmm...... Temukan sendiri ajaa. karna cerita ini belum di planing dan keluar gitu aja saaat nulis ^^
Author : @anisarista
AUTHOR CUAP CUAP........
Haiii!!!~ ayem kambekk. Kali ini gue bawain next chapter dari Don’t Go yaa, bisa dibilang lanjutannya dari One Night Dream. Semoga engga bosen dan engga lumutan nunggunya :D
Ohiyaa lupaa bilang ini di One Night Dream. Kalo mau biar lebih resep /? Bacanya sambil denger lagu EXO-K yg Don’t Go ;)
Disclaimer: sesungguhnya semua cast yang ada itu punya gue/? engga engga, mereka punya Tuhan, orng tua mereka, dan mereka sendiri. ini cerita asli dari otak gue dah dibantu dengan lagu Don't Go. kalo ada kemiripan dan sebagainya itu cuma sebuah ketidak sengajaan :b.

WARNING : this story about boyxboy. Kalo geli gausah baca. Cast out of the real character. And TYPO everywheree~

~Happy reading guyss....

Bagian 1:
Berkat teriakanku kah?

Atau ada faktor lain?

/KRRIIINNNNGGG/

Namja malaikat itu berhenti melangkah!!!!

/KRRIIINNNNGGG/

Kukejar kembali dengan lari yang tidak telalu berat menuju malaikat kecil itu.

/KRRIIINNNNGGG/

Ketepuk bahu namja malaikat itu dan........

/KRRIIINNNNGGG/

/KRRIIINNNNGGG/

/KRRIIINNNNGGG/

/KRRIIINNNNGGG/

/KRRIIINNNNGGG/

#Kkumeul kkuneun georeum georeum geudaen namanei aremdaun nabi#

^^Is It True?^^

*Author  pov*

Lagi-lagi, tanpa bosannya jam weker yang selalu menyambut Chanyeol setiap pagi berdering dengan lepasnya. Chanyeol segera terjaga dari tidurnya dan mengarahkan tangannya pada meja yang berada di samping tempat tidurnya untuk menghentikan deringan yang dihasilkan oleh benda mungil tersebut. Dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka Chanyeol beranjak duduk. Dengan posisi duduk silanya, Ia menatap kosong kearah kaki yang masih terbungkus rapat oleh balutan selimut. Entah apa yang namja itu fikirkan, tatapannya sulit untuk diartikan. Seperti mengingat suatu moment secara acak.

*Chanyeol pov*

Yaa benarr.... tatapan ku mendarat pada kaki ku yang sekarang berada dihadapanku. Entah mendapat kekuatan dari mana, bukan kaki ku lah yang terekam oleh indra penglihatan ku, melainkan sebuah kejadian yang aku tidak tahu pasti kapan terjadi.

Memory otak-ku hanya bisa memutarnya dengan acak tidak beraturan dan tidak dapat dimengerti apa yang dimaksud.

“apakah itu mimpi? Mimpi macam apa itu?!” omel ku yang kurujukan untuk mimpi aneh tetapi sulit untuk dilupakan.

“siapa dia? Mengapa ada dimimpi ku? Apa maksutnya aku memimpikan itu?” serentet pertanyaan terlontarkan secara spontan dan tidak tahu ditunjukan oleh siapa.

Aku melirik ke arah kanan bawah. Terdapat jam weker dengan jarum yang menunjukan bahwa sekarang sudah jam 6.27 am KST.

“haisshh sudah lahh mungkin hanya mimpi biasa. Buat apa aku terlalu memperdulikannya”

Dengan acuh aku beranjak berdiri dan menuju kamar mandi untuk bersiap bergi ke kampus.

*skip*

*Author pov*

Setelah selesai mempersiapkan diri,  disentuhnya knop pintu kamar dan menuju dapur untuk membuat menu sarapan seperti biasa....... Roti polos dengan susu putih.

Kurang dari 15 menit, kini keduanya sudah siap untuk disantap. Sembari berjalan menuju ruang televisi, Chanyeol bawakan segelas susu pada tangan kirinya dan mengotak-atik  smartphone pada tangan kanannya. Roti? Dengan kebiasaannya yang unik, Chanyeol selalu membawa rotinya dengan mulutnya. Yaitu ‘di-gigit’

Tidak seperti biasanya namja ini lebih memilih membuka jendela terlebih dahulu ketimbang duduk santai pada soffa empuknya. Cerah... satu kata yang dapat menggambarkan cuaca pada hari ini.

“haaaaahhh.... kuharap ini akan membuat hariku juga cerah” mohonnya semoga hari ini tidak terulang seperti yang dialaminya pada mimpi tadi. Mimpinya memang tidak cocok dimasukkan dalam kategori nightmare. Tapi mengapa dia tidak ingin terulang kembali? Mungkin hanya tidak ingin efek dari mimpi tersebut terulang.

Hendak ingin beranjak melangkah menjauhi jendelanya, namun secara tiba-tiba ada seekor kupu-kupu dengan sayapnya nan indah menemplok pada kaca jendela rumahnya.

“hewan yang cantik” desisnya dan langsung berlalu menuju soffa.

Diletak-kan smartphone yang berada di tangan kananyanya pada meja dan segera menghabisnya roti dan susunya.

^^ ^^ ^^

*Chanyeol pov*

Aku berjalan santai pada koridor kampus hendak pergi menuju taman yang biasa aku kunjungi.
Aku melihat-lihat sekitar. Seperti ada yang canggung........ Mengapa hanya ada beberapa manusia disini? Apa aku datang terlalu pagi?

/kulihat jam tangan hitam yang bertengger di pergelangan tangan kiriku/

Waktu masih menunjukan jam 8 lewat 45 menit

Dejavu

Ditempat yang sama. Jam yang sama. Akan kan ini terulang kembali?

“mengerikan kalau harus bertemu dengan moment yang sama. Lebih baik aku ketempat lain.” Gerutu ku sembari meninggalkan taman dan beralih pada tempat yang lain.

‘masih ada satu jam 15 menit lagi sampai jam kuliah ku dimulai’ batin ku sekarang yang bingung mau digunakan apa sisa waktu tersebut.

Aku mulai memasang headphoneku dan memutar lagu kesukaan ku bergenre pop-rock disela berjalan ringan.

Terlihat sekumpulan anak BEM1 berduduk sila mendengarkan seorang namja dengan gagahnya berdiri sembari bebicara didepan menggunakan pengeras suara.

Aku kecilkan volume musik ku berniatan untuk mendengar apa yang namja itu bicarakan.

“jadi pelantikan anggota baru akan diadakan diakhir bulan ini, untuk yang berniat dan bersungguh-sungguh untuk mengikuti organisasi ini diharapkan mengikuti peraturan dan aturan main yang telah dibuat. Terutama calon-calon anggota yang sudah berkumpul pada hari ini. Untuk almet akan kalian dapatkan pada saat pelantikan berlangsung.”

“ternyata Cuma acara anak BEM” gumam ku lalu kembali mengeraskan volume musik ku.”

Hendak berjalan, secara tidak sengaja mata ku melihat sosok namja yang sedang mengamati kegiatan BEM tersebut.  Duduk dibangku dengan santainya memakai baju kasual warna cremnya.

Seolah ada magnet yang meraik untuk menghapirinya, ingin sekali aku hampirinya, tetapi memang siapa aku? Sepertinya aku juga baru melihat namja ini dikampus. Yasudah lah akan kutemui dia bila aku menemuinya yang ke-dua kalinya.
.
.
.
.

Dan sekarang aku berada di kantin kampus untuk menunggu jam 10 tiba. Aku lihat jam tangan ku yang sekarang mununjukan waktu 9.55. berhubung sebentar lagi kelasku dimulai aku bergegas pergi menuju kelas. Dan benar saja, dipertengahan jalan menuju kelas, jam besar kampus ku bebunyi yang bertanda waktu berakhiran ...,00 tiba.

Beruntung saja songsaeng-nim belum sampai. Aku bergegas mencari bangku dan segera mendudukinya

“annyeonghasaeyeo..” terdengar seorang namja menyapaku hendak aku ingin menduduki bangku ku.

“ahh... annyeong” jawabku kaget yang baru saja berhasil menduduki bangku disebelah kanannya.

“perkenalkan Byun Baekhyun imnida” diulurkan tangan kanannya yang berharap dibalas dengan sambutan tanganku.

Ku biarkan tangannya menggantung, sedangkan aku berusaha mengingat siapa namja ini. Seperti pernah melihatnya disuatu tempat.

“yaa..” serunya sembari mengayuhkan tangan kirinya didepan panca indraku dengan tangan kanan yang masih dengan setia menunggu balasan dariku.

“ahh.. nee.. Chanyeol imnida” ucap ku sembari menjabat tangannya.

“pasti kau bertanya-tanya siapa aku?” celetuknya santai serasa aku adalah teman lamanya.

“n-nee.. nu-nuguya?” tanya ku dengan geroginya. Sebenarnya apa yang telah terjadi padaku?

“aku mahasiswa baru disini. Aku mendapatkan beasiswa yang mereka tawarkan. Yaaaaa.... berhubung ini adalah salah satu universitas impian ku jadi aku terimaa. Bangapseumnida Chanyeol-ssi”

Dan sekarang aku hanya terpaku bagaimana bisa orang ini berbicara seperti ini pada orang yang baru saja Ia kenal.

Belum sepat aku menjawabnya, kini songsaeng-nim telah berada di dalam kelas ku. Dan jam kuliah pun segera dimulai

.
.
.
.
.
.
.
.
.

Sekarang aku sedang berada di taman kampus ku bersama Baekhyun. Sudah ku duga pasti dia adalah orang yang banyak biacara. Dia selalu memecahkan kesunyian yang sering muncul diatara perbincangan kami.

“kau lahir tahun berapa Chanyeol?”

“92 Baekhyun. Kau?”

“nado”

“jinjja? Ku kira kau lebih muda beberapa tahun dari ku”

Tentu saja aku kaget. Bagaimana bisa orang ini sepantaran dengan ku dengan muka yang bisa dibilang masih berumur 17 tahun.

“kalau gitu lahir dibulan apa?” dengan antusias aku menanyakan ini dengan harap dia benar-benar lebih muda dari ku. Walaupun hanya beda beberapa bulan.

“hmmmm........ Mei... lebih tepatnya 06 Mei”

Dan yeesss... mataku membulat dengan sempurna mendengar pernyataan Baekhyun.

“MWOYAA?! Bahkan aku lebih muda dari mu?! Aku lahir bulan Novermber.... 27 November. Bagaimana bisa?!”

“dan bagaimana bisa seorang dongsaeng memanggil hyungnya dengan sangat tidak sopan” pekiknya santai

“mianhatta Baekhyun.... Baekhyun-hyung” seruku seraya membungkuk-kan badan ringan.

“ahahahaha gwenchanayeo” dengan renyah Ia tertawa melihat tingkah ku yang sibuk membungkuk-kan badan berkali-kali.

“mianhaeyeo... sungguh aku tidak tahu”

“sudah ku bilang tidak apa-apa” masih dengan senyum yang mengembang dari sudut bibirnya, Baekhyun memukul lengan ku pelan mengisyaratkan untuk berhenti melakukan permohonan maaf ku.

“ndee. Lalu, di Seoul kau tinggal sendiri sekarang?” sekarang giliran ku yang menanyakan tentang dirinya karna dominan dia lah yang mengajukan berbagai macam pertanyaan tentang ku.

“yapp...” jawabnya singkat yang sukses membuat ku bingung untuk kesekian kalinya.

*derrt derrt..... derrt derrt*

“eohh?... Baekhyun-hyung, aku permisi sebentar” ijin ku untuk menjawab panggilan yang masuk ke handphoneku.

“ahh.. nee”

Tidak lama setelah mendapat respon, aku segera bergeser memberikan jarak pada aku dan Baekhyun-hyung.

“yeobeosaeyeo?”

“nee.. naneun Kai”

“aahhh Kai-ssi.. waeyeo?”

“bisakah kau ke ruang musik sekarang? Aku ada perlu dengan mu. Ini tidak akan lama, kumohon”

“hmm... geundae.......”

“aisshh jebal......aku jamin urusan ini tidak akan lamaa”

“huuffttt arra arraa... sebentar lagi aku kesana”

“hehehe okee”

Aku memutuskan panggilan tadi dan kembali pada tempat ku semula

“hmmm... Baekhyun-hyung”

“nee? Sudah selesai?”

“ndee.. Baekhyun-hung aku ada urusan sebentar, keberatan jika kau menunggu ku sebentar? Aku janjii tidak akan lama.”

“ohh begituu..... baiklahh. Meninggalkan teman baru terlalu lama tidak baik, apa lagi dia termasuk orang baru disini. Palliwaa!! Aku akan menunggumu” ucapnya seraya memukul belakang bahuku pelan.

“ndeee... aku akan segera kembalii.. annyeongg~” ku lambaikan tangan ku kepadanya sembari membungkukan badan ku 60̊

“annyeong...”

.
.
.
.
.

‘Ternyata Kai  hanya ingin memberikan kord gitar yang akan aku bawakan untuk acara festival akhir summer ini.’ Gumamku yang hendak berjalan menuju tempat aku dan Baekhyun-hyung berada tadi.

Dejavu



Mimpiku benar-benar benar terulang?






-TBC-

1 : BEM. Hmm bem itu kalo diperkuliahan semacam osis gitu. Gausah terlalu dipikirin yaa. Itu tadi Cuma figuran doang ehehe.

Haaaiii~ udah lama yaa ga post2 chap 2nyaa. Miaann banget yaaaa :)
Dan maap juga di chapter ini gaada penggalan lagu Don’t Gonya. Engga pas momentnya soalnyaa ehehe.

Okee dehh berharap aja chap 3 ditulis dengan cepatt. Jangan lupa buat comment atau review. Annyeongggg~

-@anisarista-

Don't Go | One Night Dream (Chapter 1)

Title: Don't Go | One Night dream
Leight: multi chapter
Main Cast: BaekYeol, ChanBaek Couple
Genre: hhmmm...... Temukan sendiri ajaa. karna cerita ini belum di planing dan keluar gitu aja saaat nulis ^^
Author: @anisarista

AUTHOR CUAP CUAP....
Haiii haaiii.... Ini ff kedua gue, hmm bisa dibilang pertama sihh karna ff yang paling pertama /? ketauan sama otru dan ga diizinin buat dilanjut dehh xD. Engga tau kenapa suka bbuuuaannggeettt sama lagu EXO yang Don't Go, apa lagi yang Korean version. Beehhh suara Baekhyun bikin melted dibagian dianya yang teriak /?
Akan diusaha kan ff ini mirip sama lagu Don't Go karna emang niatnya mau ngikutin jalan cerita lagu ini walaupun ada yang sedikit di karang. Kalo melenceng dari makna lagu aslinya maklumin aja yaa karna gue masi pemula kakaaa ;;)
Okedehh langsung baca aja dari pada dengerin gue ngoceh melee aus nanti. Jangan lupa comment kalo mau comment ;)

Disclaimer: sesungguhnya semua cast yang ada itu punya gue/? engga engga, mereka punya Tuhan, orng tua mereka, dan mereka sendiri. ini cerita asli dari otak gue dah dibantu dengan lagu Don't Go. kalo ada kemiripan dan sebagainya itu cuma sebuah ketidak sengajaan :b.

WARNING: this story about boyxboy. Kalo geli gausah baca. Cast out of the real character. And TYPO everywheree~
happy reading guyss....

^^One Night Dream^^

*Author pov*

Malam itu langit yang begitu kelabu memeluk bumi dengan sangat dinginnya, ditambah lagi dengan air yang berlomba untuk mencapai tanah seperti tidak mau kalah satu sama lain.

Dengan ditemani lampu yang indah menghiasi tengah kota yang tidak pernah sepi setiap harinya, terlihat seorang pria jangkung menginjakkan aspal yang menjadi kolam renang bagi makhluk kecil di bumi untuk mencapai tujuannya........... Yaitu Rumah.

5 menit sudah pria jangkung itu mengijankkan aspal yang mengantarnya hingga sampai yang Ia tuju.
Tidak telalu mewah atau pun terlalu kumuh, apartemen yang selama ini Ia tempati adalah pemberian dari Eomma dan Appanya untuk melanjutkan sekolahnya di salah satu Universitas yang lumayan terkenal di Korea. Ia telah sampai di rumahnya.

Sudah hampir menginjak 3 tahun pria jangkung ini hidup mandiri tanpa seorangpun yang menanti kepulangannya saat sampai rumahnya.
.
.
.
.
.
.

Disentuhnya knop pintu yang bertuliskan angka 05 itu dan mendorongnya kearah dalam setelah memutarkan sebuah benda yang terbuat dari besi pada ganggang pintu itu.

Terpampanglah apartemen atau biasa disebut dengan rumah yang tidak terawat ini akan sangat cocok bila dimasukkan dalam nominasi sebagai Most Dirty Room karna memang sama sekali tidak diuruskan oleh penghuninya yang selalu berangkat pagi dan pulang malam demi ingin membanggakan orang tuanya melihat anak kembanggaannya lulus dengan nilai yang memuaskan.

*skip*

Setelah selesai berbenah diri dari yang hujan telah berikan kepadanya malam ini sehingga membuatnya berkuyup ria, pria jangkung itu membuka knop pintu kamarnya dan menuju dapur untuk membuat menu makanan yang akan Ia santap malam ini.

Ramyun. Yaa, benar, tiada hari tanpa ramyun. Hampir setiap hari atau lebih tepatnya setiap hari dimalam hari pria itu mengkonsumsi ramyun untuk menenangkan lambungnya yang meronta-ronta kelaparan karna pemenurutnya makanan inilah yang paling praktis dibuat.

Sepeti kesehariannya yang monoton, pria jangkung itu membuang bungkus bekas ramyun yang yang Ia buat pada tempat sampah yang telah menggunung isinya setelah selesai merebusnya.

Ia membawa mangkuk berisi ramyun yang telah Ia buat tadi ke meja makannya yang mungil dan segera memakannya.
Kurang dari 3 menit ramyunnya ludes seketika. Entah karna pria jangkung itu kelaparan atau memang style makannya yang cepat, makanannya bisa habis dalam waktu yang sangat singkat.

Walaupun terlihat seperti bad guy karna malas merawat rumahnya sendiri, pria itu bisa dibilang cukup rajin. Setelah makannya habis, langsung Ia cuci hingga mengkilat mangkuk yang Ia pergunakan. Mungkin difikirnya lebih baik lelah sedikit untuk mencuci piring dalam jumlah yang tidak banyak ketimbang bermalas-malas dahulu lalu merasakan betapa lelahnya mencuci piringnya yang sudah menumpuk.

Setelah selesai dengan pekerjaannya mencuci piring, dilihatnya jam dinding yang berada di dapurnya. Ternyata waktu sudah menunjukan pukul 9.13 PM KST.
Hal yang nyaman langsung terpintas di otaknya. Bersantai-santai diatas springbed dan membungkus tubuhnya menggunakan selimut yang begitu hangat sangat lah pas bila dilakukan pada saat cuaca seperti ini.

Tanpa berfikir apa lagi yang harus dia lakukan setelah kegiatannya mencuci piring, Ia langsung berjalan menuju kamarnya dan merebahkan badannya pada kasurnya yang tidak terlalu besar ukurannya namun sangat empuk dan nyaman.

Lampu dimatikan oleh Chanyeol dan mulai memasuki alam bawah sadarnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

*Chanyeol pov*

{layaknya kehidupan nyata}

/KRRIIINNNNGGG/

/KRRIIINNNNGGG/

/KRRIIINNNNGGG/

Suara yang begitu gaduh masuk pada indra pendengaran ku yang mungkin saja bisa membuat dia tidak berfungsi lagi.

Kududukan dengan malasnya tubuh ini dengan selimut yang masih membungkus sebagian tubuhku.

"Sepertinya baru saja tidur. Mengapa hari ini pagi datang cepat sekali? Menggangu kenikmatan orang saja!"

Dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka, aku berdiri dan berjalan menuju kamar mandi mempersiapkan diri untuk pergi kekampus demi menimba sebuah toeri baru yang belum ku ketahui.

Setelah rapih, aku menuju dapur dan membuat menu sarapan pagi untuk mengisi perut yang kosong ini.

Se-simple-simplenya aku membuat hidup ini, tidak ramyun juga aku gunakan untuk sarapan. Karna aku manusia terpelajar, aku juga mengetahui ramyun kurang sehat untuk tubuh bila dikonsumsi terus-menerus, apalagi bila dikonsumsi untuk sarapan pagi. Bisa-bisa hari-hariku di kampus hanya terisi dengan rintihan merasakan perut yang sakit. Rrrrrr~ menyeramkan. Aku lebih memilih roti panggang polos dan segelas susu untuk setiap paginya aku konsumsi. Tidak menggunakan toping apa-apa karna menurutku rasanya tidak jauh berbeda, hanya jauh berbeda dengan harga yang diperoleh.
.
.
.
.
.

#Jeogeuman nalgaetjit neol hyanghan ikkeullim naege ttaraora sonjitan geot gataseo#

Sesampainya dikampus, aku lebih memilih mendengarkan musik kesukaanku bergenre pop-rock dengan volume keras menggukan headphoneku di taman yang kampusku miliki. Dibawah pohon yang rindang ditemani angin yang begitu lembutnya memainkan anak rambutku begitu tenang rasanya. Sedikit bersantai untuk menunggu jam kuliah yang akan di mulai pada pukul 10.00 AM KST.

/menengok jam tangan hitam yang melingkar ditangan kirinya dengan indah/

Waktu masih menunjukan pukul 8.45 AM KST. Ada waktu sekitar  sejam untuk bersantai di sini.
Aku memilih datang lebih awal karna menurutku menghabiskan waktu diluar lebih indah dari pada memandangi televisi dengan berbagai acara yang disuguhkan. Bisa dibilang kehidupanku pada saat di dalam dan di luar rumah hampir berbeda 360 derajat. Tidak tahu mengapa pribadiku saat dirumah terlihat lebih murung, sedangkan diluar rumah aku disebut sebagai Happy Virus karna sering menyebarkan kebahagian pada orang lain.

*setengah jam berlalu*

Kupejamkan mataku menikmati hembusan udara yang bergerak menabrak halus pori-pori ku. Begitu sejuk udara pagi hari ini.

#Walcheucheoreom sappunhi anja neneul ttel su eobseo#

Disela menikmati segarnya udara pagi, mataku terbuka halus dan tiba-tiba tebelak lebar layaknya meliat emas dengan berat 10 ton jatuh dari langit. Entah mengapa lagu yang kuputar tidak terdengar oleh panca indra pendengarku, dan pandanganku hanya tertuju pada seorang najma yang sedang duduk membelakangiku.

#Neoneun ppomnae uahan jatae. O! Nan myeot beonigo banhago#

Tengkuknya yang indah, kulitnya yang terlihat seperti susu, badannya yang mungil, rambutnya borgoyang seiring dengan nada angin yang berhembus. Terlihat sepurna seperti malaikat yang dikirimkan oleh Tuhan untuk menjaga kedamaian bumi ini mengenakan kemeja polos dan jeans serba putih.

‘Nugu?’ hanya satu pertanyaan yang terlontarkan dalam hati dan selalu teulang oleh fikiranku.

#Siseoni jayeonseure georeummada neol ttaragajanha#

Dia bergerak pergi..........

‘Eotteokhae?!’

Haruskah aku mengikutinya?

Aku belum sempat menanyakan namanya. Mengingat aku belum pernah melihatnya berkeliaran dikampus ini, jangan kan namanya, parasnya seperti apa pun aku tidak mengetahuinya.

Dengan reflek aku bangkit mengikuti langkah namja malaikat itu tempuh.

Tidak memikirkan dan memperhatikan keadaan setempat, tanpa menge-check apakah ada barang yang tertinggal atau tidak, mataku hanya tertuju pada satu objek dan tidak akan ku lepaskan pandanganku demi namja malaikat itu tetap berada pada jangkauan panca indraku.

Langkahku semakin cepat mengejar namja malaikat itu, hingga akhirnya kurang dari 10 meter tempat kamu mengikkan diri satu sama lain.

“Chankkaman!!” ku ulurkan tangan kananku untuk meraik namja malaikat itu sembari berlari ringan memintanya untuk berhenti.

Sial! Jarakku masih terlalu jauh untuk mencapai pundaknya.

Sepertinya objek yang kutuju sama sekali tidak merespon perkataanku.

Tentu saja. Namja malaikat itu sama sekali tidak mengetahui bahwa aku berbicara padanya.

Hari semakin siang, kampus pun juga mulai ramai akan mahasiswa/siswi. Banyak orang yang mengahalangi jalanku untuk mengejar malaikat kecil’ku’.

“permisi!”

Seruku disela lari kecil yang berbentuk zig-zag agar tidak bersenggolan oleh orang banyak.

“Yaa!! Chankkaman!!”

Sembari membenarkan posisi ransel yang tergantung hanya pada satu bahuku yang mana posisinya miring dan hapir jatuh dari kaitan bahu kiriku, semakin kupercepat langkah kakiku.

Tanpa menyadari arah mana yang namja malaikat itu tuju mataku selalu alami mengikuti kemana namja malaikat itu pergi.

/TENG!!/

/TENG!!/

/TENG!!/

Jam besar kampusku berbunyi. Berarti tanda jam dimana akhirannya disertai dengan ...,00 sudah tiba. Dan berarti juga jam kampusku segera dimulai.

“Yaa!! Yaa!! Chankkaman!!!!”

Kali ini ku tinggikan nada ku agar tedengar sedirit keras.

/KRRIIINNNNGGG/

/KRRIIINNNNGGG/

Terdengar ponselku berdering dengan meriahnya.

“Yaa!!! Namja yang menggunakan baju putih!! CHANKKAMAN!!!”

Teriakku pecah di sepanjang lorong kampus ini masih disertai dengan ponsel ku yang masih berdering tidak kalah nyaring. Kuhiraukan si penelpon sekalipun itu dari orang tuaku, aku tidak peduli. Yang aku pedulikan hanya namja yang berada di depan ku walaupun masih lumayan jauh jaraknya.

/KRRIIINNNNGGG/

Spontan tubuhku berhenti untuk melangkah ke langkah selanjutnya.

/KRRIIINNNNGGG/

Berkat teriakanku kah?

Atau ada faktor lain?

/KRRIIINNNNGGG/

Namja malaikat itu berhenti melangkah!!!!

/KRRIIINNNNGGG/

Kukejar kembali dengan lari yang tidak telalu berat menuju malaikat kecil itu.

/KRRIIINNNNGGG/

Ketepuk bahu namja malaikat itu dan........

/KRRIIINNNNGGG/

/KRRIIINNNNGGG/

/KRRIIINNNNGGG/

/KRRIIINNNNGGG/

/KRRIIINNNNGGG/

#Kkumeul kkuneun georeum georeum geudaen namanei aremdaun nabi#

-TBC-

Notes:
-         Lagu yang diatas itu penggalan lagu EXO-K yang Don’t Go pada awal lagu mulai. Artinya “ Kecil kepakan sayapmu tampak seperti itu menuruhku mengitu mu”
Gaada sama sekali sama sangkut pautnya dengan lagy yang Chanyeol dengerin pas lagi nyantai di taman. Intinya lagu yang Chanyeol dengerin itu bukan lagu Don’t Go. Apaaasiiihh? Udah lahh semoga ngerti sama yang Author maksut.
-         Penggalan lagu kedua artinya “Seperti waltz, aku duduk ringan dan tidak bisa melepaskan pandanganku dari mu”
-         Penggalan lagu ketiga artinya “ Figur eleganmu. Oh! Aku jatuh untuk itu berkali-kali”
-         Penggalan lagu keempat artinya “Mataku alami mengikuti mu setiap kali kau berjalan”
-         Penggalan lagu terakhir artinya “Jalan ini bahwa aku bermimpi. Kau hanya kupu-kupu indah ku”

Huuufffttt 1.734 words (y).
Ehehe mikir dehh tuh yaa endingnya di chap ini. Ternyata itu adalahh sebuahhh............. xD semoga ngena dan ngeti :Dv

Dilanjuta atau engganya tergantung readers-nim ;)
It’s mean I have another story to complete this series. Comment yaa gimana di chap petama. Dan bilang mau dilanjut apa engga :D
Gamsahamnidaa ^^ *bow*


-@anisarista-