Sabtu, 15 Maret 2014

Don't Go | Is It True? (Chapter 2)

Tittle : Don’t Go | Is It True?
Leight : multi chapter
Main Cast: BaekYeol, ChanBaek Couple
Genre: hhmmm...... Temukan sendiri ajaa. karna cerita ini belum di planing dan keluar gitu aja saaat nulis ^^
Author : @anisarista
AUTHOR CUAP CUAP........
Haiii!!!~ ayem kambekk. Kali ini gue bawain next chapter dari Don’t Go yaa, bisa dibilang lanjutannya dari One Night Dream. Semoga engga bosen dan engga lumutan nunggunya :D
Ohiyaa lupaa bilang ini di One Night Dream. Kalo mau biar lebih resep /? Bacanya sambil denger lagu EXO-K yg Don’t Go ;)
Disclaimer: sesungguhnya semua cast yang ada itu punya gue/? engga engga, mereka punya Tuhan, orng tua mereka, dan mereka sendiri. ini cerita asli dari otak gue dah dibantu dengan lagu Don't Go. kalo ada kemiripan dan sebagainya itu cuma sebuah ketidak sengajaan :b.

WARNING : this story about boyxboy. Kalo geli gausah baca. Cast out of the real character. And TYPO everywheree~

~Happy reading guyss....

Bagian 1:
Berkat teriakanku kah?

Atau ada faktor lain?

/KRRIIINNNNGGG/

Namja malaikat itu berhenti melangkah!!!!

/KRRIIINNNNGGG/

Kukejar kembali dengan lari yang tidak telalu berat menuju malaikat kecil itu.

/KRRIIINNNNGGG/

Ketepuk bahu namja malaikat itu dan........

/KRRIIINNNNGGG/

/KRRIIINNNNGGG/

/KRRIIINNNNGGG/

/KRRIIINNNNGGG/

/KRRIIINNNNGGG/

#Kkumeul kkuneun georeum georeum geudaen namanei aremdaun nabi#

^^Is It True?^^

*Author  pov*

Lagi-lagi, tanpa bosannya jam weker yang selalu menyambut Chanyeol setiap pagi berdering dengan lepasnya. Chanyeol segera terjaga dari tidurnya dan mengarahkan tangannya pada meja yang berada di samping tempat tidurnya untuk menghentikan deringan yang dihasilkan oleh benda mungil tersebut. Dengan mata yang belum sepenuhnya terbuka Chanyeol beranjak duduk. Dengan posisi duduk silanya, Ia menatap kosong kearah kaki yang masih terbungkus rapat oleh balutan selimut. Entah apa yang namja itu fikirkan, tatapannya sulit untuk diartikan. Seperti mengingat suatu moment secara acak.

*Chanyeol pov*

Yaa benarr.... tatapan ku mendarat pada kaki ku yang sekarang berada dihadapanku. Entah mendapat kekuatan dari mana, bukan kaki ku lah yang terekam oleh indra penglihatan ku, melainkan sebuah kejadian yang aku tidak tahu pasti kapan terjadi.

Memory otak-ku hanya bisa memutarnya dengan acak tidak beraturan dan tidak dapat dimengerti apa yang dimaksud.

“apakah itu mimpi? Mimpi macam apa itu?!” omel ku yang kurujukan untuk mimpi aneh tetapi sulit untuk dilupakan.

“siapa dia? Mengapa ada dimimpi ku? Apa maksutnya aku memimpikan itu?” serentet pertanyaan terlontarkan secara spontan dan tidak tahu ditunjukan oleh siapa.

Aku melirik ke arah kanan bawah. Terdapat jam weker dengan jarum yang menunjukan bahwa sekarang sudah jam 6.27 am KST.

“haisshh sudah lahh mungkin hanya mimpi biasa. Buat apa aku terlalu memperdulikannya”

Dengan acuh aku beranjak berdiri dan menuju kamar mandi untuk bersiap bergi ke kampus.

*skip*

*Author pov*

Setelah selesai mempersiapkan diri,  disentuhnya knop pintu kamar dan menuju dapur untuk membuat menu sarapan seperti biasa....... Roti polos dengan susu putih.

Kurang dari 15 menit, kini keduanya sudah siap untuk disantap. Sembari berjalan menuju ruang televisi, Chanyeol bawakan segelas susu pada tangan kirinya dan mengotak-atik  smartphone pada tangan kanannya. Roti? Dengan kebiasaannya yang unik, Chanyeol selalu membawa rotinya dengan mulutnya. Yaitu ‘di-gigit’

Tidak seperti biasanya namja ini lebih memilih membuka jendela terlebih dahulu ketimbang duduk santai pada soffa empuknya. Cerah... satu kata yang dapat menggambarkan cuaca pada hari ini.

“haaaaahhh.... kuharap ini akan membuat hariku juga cerah” mohonnya semoga hari ini tidak terulang seperti yang dialaminya pada mimpi tadi. Mimpinya memang tidak cocok dimasukkan dalam kategori nightmare. Tapi mengapa dia tidak ingin terulang kembali? Mungkin hanya tidak ingin efek dari mimpi tersebut terulang.

Hendak ingin beranjak melangkah menjauhi jendelanya, namun secara tiba-tiba ada seekor kupu-kupu dengan sayapnya nan indah menemplok pada kaca jendela rumahnya.

“hewan yang cantik” desisnya dan langsung berlalu menuju soffa.

Diletak-kan smartphone yang berada di tangan kananyanya pada meja dan segera menghabisnya roti dan susunya.

^^ ^^ ^^

*Chanyeol pov*

Aku berjalan santai pada koridor kampus hendak pergi menuju taman yang biasa aku kunjungi.
Aku melihat-lihat sekitar. Seperti ada yang canggung........ Mengapa hanya ada beberapa manusia disini? Apa aku datang terlalu pagi?

/kulihat jam tangan hitam yang bertengger di pergelangan tangan kiriku/

Waktu masih menunjukan jam 8 lewat 45 menit

Dejavu

Ditempat yang sama. Jam yang sama. Akan kan ini terulang kembali?

“mengerikan kalau harus bertemu dengan moment yang sama. Lebih baik aku ketempat lain.” Gerutu ku sembari meninggalkan taman dan beralih pada tempat yang lain.

‘masih ada satu jam 15 menit lagi sampai jam kuliah ku dimulai’ batin ku sekarang yang bingung mau digunakan apa sisa waktu tersebut.

Aku mulai memasang headphoneku dan memutar lagu kesukaan ku bergenre pop-rock disela berjalan ringan.

Terlihat sekumpulan anak BEM1 berduduk sila mendengarkan seorang namja dengan gagahnya berdiri sembari bebicara didepan menggunakan pengeras suara.

Aku kecilkan volume musik ku berniatan untuk mendengar apa yang namja itu bicarakan.

“jadi pelantikan anggota baru akan diadakan diakhir bulan ini, untuk yang berniat dan bersungguh-sungguh untuk mengikuti organisasi ini diharapkan mengikuti peraturan dan aturan main yang telah dibuat. Terutama calon-calon anggota yang sudah berkumpul pada hari ini. Untuk almet akan kalian dapatkan pada saat pelantikan berlangsung.”

“ternyata Cuma acara anak BEM” gumam ku lalu kembali mengeraskan volume musik ku.”

Hendak berjalan, secara tidak sengaja mata ku melihat sosok namja yang sedang mengamati kegiatan BEM tersebut.  Duduk dibangku dengan santainya memakai baju kasual warna cremnya.

Seolah ada magnet yang meraik untuk menghapirinya, ingin sekali aku hampirinya, tetapi memang siapa aku? Sepertinya aku juga baru melihat namja ini dikampus. Yasudah lah akan kutemui dia bila aku menemuinya yang ke-dua kalinya.
.
.
.
.

Dan sekarang aku berada di kantin kampus untuk menunggu jam 10 tiba. Aku lihat jam tangan ku yang sekarang mununjukan waktu 9.55. berhubung sebentar lagi kelasku dimulai aku bergegas pergi menuju kelas. Dan benar saja, dipertengahan jalan menuju kelas, jam besar kampus ku bebunyi yang bertanda waktu berakhiran ...,00 tiba.

Beruntung saja songsaeng-nim belum sampai. Aku bergegas mencari bangku dan segera mendudukinya

“annyeonghasaeyeo..” terdengar seorang namja menyapaku hendak aku ingin menduduki bangku ku.

“ahh... annyeong” jawabku kaget yang baru saja berhasil menduduki bangku disebelah kanannya.

“perkenalkan Byun Baekhyun imnida” diulurkan tangan kanannya yang berharap dibalas dengan sambutan tanganku.

Ku biarkan tangannya menggantung, sedangkan aku berusaha mengingat siapa namja ini. Seperti pernah melihatnya disuatu tempat.

“yaa..” serunya sembari mengayuhkan tangan kirinya didepan panca indraku dengan tangan kanan yang masih dengan setia menunggu balasan dariku.

“ahh.. nee.. Chanyeol imnida” ucap ku sembari menjabat tangannya.

“pasti kau bertanya-tanya siapa aku?” celetuknya santai serasa aku adalah teman lamanya.

“n-nee.. nu-nuguya?” tanya ku dengan geroginya. Sebenarnya apa yang telah terjadi padaku?

“aku mahasiswa baru disini. Aku mendapatkan beasiswa yang mereka tawarkan. Yaaaaa.... berhubung ini adalah salah satu universitas impian ku jadi aku terimaa. Bangapseumnida Chanyeol-ssi”

Dan sekarang aku hanya terpaku bagaimana bisa orang ini berbicara seperti ini pada orang yang baru saja Ia kenal.

Belum sepat aku menjawabnya, kini songsaeng-nim telah berada di dalam kelas ku. Dan jam kuliah pun segera dimulai

.
.
.
.
.
.
.
.
.

Sekarang aku sedang berada di taman kampus ku bersama Baekhyun. Sudah ku duga pasti dia adalah orang yang banyak biacara. Dia selalu memecahkan kesunyian yang sering muncul diatara perbincangan kami.

“kau lahir tahun berapa Chanyeol?”

“92 Baekhyun. Kau?”

“nado”

“jinjja? Ku kira kau lebih muda beberapa tahun dari ku”

Tentu saja aku kaget. Bagaimana bisa orang ini sepantaran dengan ku dengan muka yang bisa dibilang masih berumur 17 tahun.

“kalau gitu lahir dibulan apa?” dengan antusias aku menanyakan ini dengan harap dia benar-benar lebih muda dari ku. Walaupun hanya beda beberapa bulan.

“hmmmm........ Mei... lebih tepatnya 06 Mei”

Dan yeesss... mataku membulat dengan sempurna mendengar pernyataan Baekhyun.

“MWOYAA?! Bahkan aku lebih muda dari mu?! Aku lahir bulan Novermber.... 27 November. Bagaimana bisa?!”

“dan bagaimana bisa seorang dongsaeng memanggil hyungnya dengan sangat tidak sopan” pekiknya santai

“mianhatta Baekhyun.... Baekhyun-hyung” seruku seraya membungkuk-kan badan ringan.

“ahahahaha gwenchanayeo” dengan renyah Ia tertawa melihat tingkah ku yang sibuk membungkuk-kan badan berkali-kali.

“mianhaeyeo... sungguh aku tidak tahu”

“sudah ku bilang tidak apa-apa” masih dengan senyum yang mengembang dari sudut bibirnya, Baekhyun memukul lengan ku pelan mengisyaratkan untuk berhenti melakukan permohonan maaf ku.

“ndee. Lalu, di Seoul kau tinggal sendiri sekarang?” sekarang giliran ku yang menanyakan tentang dirinya karna dominan dia lah yang mengajukan berbagai macam pertanyaan tentang ku.

“yapp...” jawabnya singkat yang sukses membuat ku bingung untuk kesekian kalinya.

*derrt derrt..... derrt derrt*

“eohh?... Baekhyun-hyung, aku permisi sebentar” ijin ku untuk menjawab panggilan yang masuk ke handphoneku.

“ahh.. nee”

Tidak lama setelah mendapat respon, aku segera bergeser memberikan jarak pada aku dan Baekhyun-hyung.

“yeobeosaeyeo?”

“nee.. naneun Kai”

“aahhh Kai-ssi.. waeyeo?”

“bisakah kau ke ruang musik sekarang? Aku ada perlu dengan mu. Ini tidak akan lama, kumohon”

“hmm... geundae.......”

“aisshh jebal......aku jamin urusan ini tidak akan lamaa”

“huuffttt arra arraa... sebentar lagi aku kesana”

“hehehe okee”

Aku memutuskan panggilan tadi dan kembali pada tempat ku semula

“hmmm... Baekhyun-hyung”

“nee? Sudah selesai?”

“ndee.. Baekhyun-hung aku ada urusan sebentar, keberatan jika kau menunggu ku sebentar? Aku janjii tidak akan lama.”

“ohh begituu..... baiklahh. Meninggalkan teman baru terlalu lama tidak baik, apa lagi dia termasuk orang baru disini. Palliwaa!! Aku akan menunggumu” ucapnya seraya memukul belakang bahuku pelan.

“ndeee... aku akan segera kembalii.. annyeongg~” ku lambaikan tangan ku kepadanya sembari membungkukan badan ku 60̊

“annyeong...”

.
.
.
.
.

‘Ternyata Kai  hanya ingin memberikan kord gitar yang akan aku bawakan untuk acara festival akhir summer ini.’ Gumamku yang hendak berjalan menuju tempat aku dan Baekhyun-hyung berada tadi.

Dejavu



Mimpiku benar-benar benar terulang?






-TBC-

1 : BEM. Hmm bem itu kalo diperkuliahan semacam osis gitu. Gausah terlalu dipikirin yaa. Itu tadi Cuma figuran doang ehehe.

Haaaiii~ udah lama yaa ga post2 chap 2nyaa. Miaann banget yaaaa :)
Dan maap juga di chapter ini gaada penggalan lagu Don’t Gonya. Engga pas momentnya soalnyaa ehehe.

Okee dehh berharap aja chap 3 ditulis dengan cepatt. Jangan lupa buat comment atau review. Annyeongggg~

-@anisarista-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar