Tittle : Don’t Go | Is It True?
Leight : multi chapter
Main Cast: BaekYeol, ChanBaek Couple
Genre: hhmmm...... Temukan sendiri ajaa. karna cerita ini belum di planing dan keluar gitu aja saaat nulis ^^
Author : @anisarista
Leight : multi chapter
Main Cast: BaekYeol, ChanBaek Couple
Genre: hhmmm...... Temukan sendiri ajaa. karna cerita ini belum di planing dan keluar gitu aja saaat nulis ^^
Author : @anisarista
AUTHOR CUAP CUAP........
Haiii!!!~ ayem kambekk. Kali ini gue
bawain next chapter dari Don’t Go yaa, bisa dibilang lanjutannya dari One Night
Dream. Semoga engga bosen dan engga lumutan nunggunya :D
Ohiyaa lupaa bilang ini di One Night Dream. Kalo mau biar lebih resep /? Bacanya sambil denger lagu EXO-K yg Don’t Go ;)
Ohiyaa lupaa bilang ini di One Night Dream. Kalo mau biar lebih resep /? Bacanya sambil denger lagu EXO-K yg Don’t Go ;)
Disclaimer: sesungguhnya semua cast yang ada itu punya gue/? engga
engga, mereka punya Tuhan, orng tua mereka, dan mereka sendiri. ini cerita asli
dari otak gue dah dibantu dengan lagu Don't Go. kalo ada kemiripan dan
sebagainya itu cuma sebuah ketidak sengajaan :b.
WARNING : this story about boyxboy. Kalo geli gausah baca. Cast
out of the real character. And TYPO everywheree~
~Happy reading guyss....
Bagian 1:
Berkat teriakanku kah?
Berkat teriakanku kah?
Atau ada faktor lain?
/KRRIIINNNNGGG/
Namja malaikat itu berhenti melangkah!!!!
/KRRIIINNNNGGG/
Kukejar kembali dengan lari yang tidak telalu berat menuju
malaikat kecil itu.
/KRRIIINNNNGGG/
Ketepuk bahu namja malaikat itu dan........
/KRRIIINNNNGGG/
/KRRIIINNNNGGG/
/KRRIIINNNNGGG/
/KRRIIINNNNGGG/
/KRRIIINNNNGGG/
#Kkumeul kkuneun georeum georeum geudaen namanei aremdaun nabi#
^^Is It True?^^
*Author pov*
Lagi-lagi, tanpa bosannya jam weker yang selalu menyambut Chanyeol
setiap pagi berdering dengan lepasnya. Chanyeol segera terjaga dari tidurnya
dan mengarahkan tangannya pada meja yang berada di samping tempat tidurnya
untuk menghentikan deringan yang dihasilkan oleh benda mungil tersebut. Dengan
mata yang belum sepenuhnya terbuka Chanyeol beranjak duduk. Dengan posisi duduk
silanya, Ia menatap kosong kearah kaki yang masih terbungkus rapat oleh balutan
selimut. Entah apa yang namja itu fikirkan, tatapannya sulit untuk diartikan.
Seperti mengingat suatu moment secara acak.
*Chanyeol pov*
Yaa benarr.... tatapan ku mendarat pada kaki ku yang sekarang
berada dihadapanku. Entah mendapat kekuatan dari mana, bukan kaki ku lah yang
terekam oleh indra penglihatan ku, melainkan sebuah kejadian yang aku tidak
tahu pasti kapan terjadi.
Memory otak-ku hanya bisa memutarnya dengan acak tidak beraturan
dan tidak dapat dimengerti apa yang dimaksud.
“apakah itu mimpi? Mimpi macam apa itu?!” omel ku yang kurujukan
untuk mimpi aneh tetapi sulit untuk dilupakan.
“siapa dia? Mengapa ada dimimpi ku? Apa maksutnya aku memimpikan
itu?” serentet pertanyaan terlontarkan secara spontan dan tidak tahu ditunjukan
oleh siapa.
Aku melirik ke arah kanan bawah. Terdapat jam weker dengan jarum
yang menunjukan bahwa sekarang sudah jam 6.27 am KST.
“haisshh sudah lahh mungkin hanya mimpi biasa. Buat apa aku
terlalu memperdulikannya”
Dengan acuh aku beranjak berdiri dan menuju kamar mandi untuk
bersiap bergi ke kampus.
*skip*
*Author pov*
Setelah selesai mempersiapkan diri, disentuhnya knop pintu kamar dan menuju dapur
untuk membuat menu sarapan seperti biasa....... Roti polos dengan susu putih.
Kurang dari 15 menit, kini keduanya sudah siap untuk disantap.
Sembari berjalan menuju ruang televisi, Chanyeol bawakan segelas susu pada
tangan kirinya dan mengotak-atik smartphone pada tangan kanannya. Roti?
Dengan kebiasaannya yang unik, Chanyeol selalu membawa rotinya dengan mulutnya.
Yaitu ‘di-gigit’
Tidak seperti biasanya namja ini lebih memilih membuka jendela
terlebih dahulu ketimbang duduk santai pada soffa empuknya. Cerah... satu kata
yang dapat menggambarkan cuaca pada hari ini.
“haaaaahhh.... kuharap ini akan membuat hariku juga cerah”
mohonnya semoga hari ini tidak terulang seperti yang dialaminya pada mimpi
tadi. Mimpinya memang tidak cocok dimasukkan dalam kategori nightmare. Tapi mengapa dia tidak ingin
terulang kembali? Mungkin hanya tidak ingin efek dari mimpi tersebut terulang.
Hendak ingin beranjak melangkah menjauhi jendelanya, namun secara
tiba-tiba ada seekor kupu-kupu dengan sayapnya nan indah menemplok pada kaca
jendela rumahnya.
“hewan yang cantik” desisnya dan langsung berlalu menuju soffa.
Diletak-kan smartphone
yang berada di tangan kananyanya pada meja dan segera menghabisnya roti dan susunya.
^^ ^^ ^^
*Chanyeol pov*
Aku berjalan santai pada koridor kampus hendak pergi menuju taman
yang biasa aku kunjungi.
Aku melihat-lihat sekitar. Seperti ada yang canggung........
Mengapa hanya ada beberapa manusia disini? Apa aku datang terlalu pagi?
/kulihat jam tangan hitam yang bertengger di pergelangan tangan
kiriku/
Waktu masih menunjukan jam 8 lewat 45 menit
Dejavu
Ditempat yang sama. Jam yang sama. Akan kan ini terulang kembali?
“mengerikan kalau harus bertemu dengan moment yang sama. Lebih
baik aku ketempat lain.” Gerutu ku sembari meninggalkan taman dan beralih pada
tempat yang lain.
‘masih ada satu jam 15 menit lagi sampai jam kuliah ku dimulai’
batin ku sekarang yang bingung mau digunakan apa sisa waktu tersebut.
Aku mulai memasang headphoneku
dan memutar lagu kesukaan ku bergenre
pop-rock disela berjalan ringan.
Terlihat sekumpulan anak BEM1 berduduk sila
mendengarkan seorang namja dengan gagahnya berdiri sembari bebicara didepan
menggunakan pengeras suara.
Aku kecilkan volume
musik ku berniatan untuk mendengar apa yang namja itu bicarakan.
“jadi pelantikan anggota baru akan
diadakan diakhir bulan ini, untuk yang berniat dan bersungguh-sungguh untuk mengikuti
organisasi ini diharapkan mengikuti peraturan dan aturan main yang telah
dibuat. Terutama calon-calon anggota yang sudah berkumpul pada hari ini. Untuk
almet akan kalian dapatkan pada saat pelantikan berlangsung.”
“ternyata Cuma acara anak BEM” gumam ku lalu kembali mengeraskan volume musik ku.”
Hendak berjalan, secara tidak sengaja mata ku melihat sosok namja
yang sedang mengamati kegiatan BEM tersebut.
Duduk dibangku dengan santainya memakai baju kasual warna cremnya.
Seolah ada magnet yang meraik untuk menghapirinya, ingin sekali aku
hampirinya, tetapi memang siapa aku? Sepertinya aku juga baru melihat namja ini
dikampus. Yasudah lah akan kutemui dia bila aku menemuinya yang ke-dua kalinya.
.
.
.
.
Dan sekarang aku berada di kantin kampus untuk menunggu jam 10
tiba. Aku lihat jam tangan ku yang sekarang mununjukan waktu 9.55. berhubung
sebentar lagi kelasku dimulai aku bergegas pergi menuju kelas. Dan benar saja,
dipertengahan jalan menuju kelas, jam besar kampus ku bebunyi yang bertanda
waktu berakhiran ...,00 tiba.
Beruntung saja songsaeng-nim
belum sampai. Aku bergegas mencari bangku dan segera mendudukinya
“annyeonghasaeyeo..” terdengar seorang namja menyapaku hendak aku
ingin menduduki bangku ku.
“ahh... annyeong” jawabku kaget yang baru saja berhasil menduduki
bangku disebelah kanannya.
“perkenalkan Byun Baekhyun imnida” diulurkan tangan kanannya yang
berharap dibalas dengan sambutan tanganku.
Ku biarkan tangannya menggantung, sedangkan aku berusaha mengingat
siapa namja ini. Seperti pernah melihatnya disuatu tempat.
“yaa..” serunya sembari mengayuhkan tangan kirinya didepan panca
indraku dengan tangan kanan yang masih dengan setia menunggu balasan dariku.
“ahh.. nee.. Chanyeol imnida” ucap ku sembari menjabat tangannya.
“pasti kau bertanya-tanya siapa aku?” celetuknya santai serasa aku
adalah teman lamanya.
“n-nee.. nu-nuguya?” tanya ku dengan geroginya. Sebenarnya apa
yang telah terjadi padaku?
“aku mahasiswa baru disini. Aku mendapatkan beasiswa yang mereka
tawarkan. Yaaaaa.... berhubung ini adalah salah satu universitas impian ku jadi
aku terimaa. Bangapseumnida Chanyeol-ssi”
Dan sekarang aku hanya terpaku bagaimana bisa orang ini berbicara
seperti ini pada orang yang baru saja Ia kenal.
Belum sepat aku menjawabnya, kini songsaeng-nim telah berada di dalam kelas ku. Dan jam kuliah pun
segera dimulai
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sekarang aku sedang berada di taman kampus ku bersama Baekhyun.
Sudah ku duga pasti dia adalah orang yang banyak biacara. Dia selalu memecahkan
kesunyian yang sering muncul diatara perbincangan kami.
“kau lahir tahun berapa Chanyeol?”
“92 Baekhyun. Kau?”
“nado”
“jinjja? Ku kira kau lebih muda beberapa tahun dari ku”
Tentu saja aku kaget. Bagaimana bisa orang ini sepantaran dengan
ku dengan muka yang bisa dibilang masih berumur 17 tahun.
“kalau gitu lahir dibulan apa?” dengan antusias aku menanyakan ini
dengan harap dia benar-benar lebih muda dari ku. Walaupun hanya beda beberapa
bulan.
“hmmmm........ Mei... lebih tepatnya 06 Mei”
Dan yeesss... mataku membulat dengan sempurna mendengar pernyataan
Baekhyun.
“MWOYAA?! Bahkan aku lebih muda dari mu?! Aku lahir bulan
Novermber.... 27 November. Bagaimana bisa?!”
“dan bagaimana bisa seorang
dongsaeng memanggil hyungnya
dengan sangat tidak sopan” pekiknya santai
“mianhatta Baekhyun.... Baekhyun-hyung” seruku seraya
membungkuk-kan badan ringan.
“ahahahaha gwenchanayeo” dengan renyah Ia tertawa melihat tingkah
ku yang sibuk membungkuk-kan badan berkali-kali.
“mianhaeyeo... sungguh aku tidak tahu”
“sudah ku bilang tidak apa-apa” masih dengan senyum yang
mengembang dari sudut bibirnya, Baekhyun memukul lengan ku pelan mengisyaratkan
untuk berhenti melakukan permohonan maaf ku.
“ndee. Lalu, di Seoul kau tinggal sendiri sekarang?” sekarang
giliran ku yang menanyakan tentang dirinya karna dominan dia lah yang
mengajukan berbagai macam pertanyaan tentang ku.
“yapp...” jawabnya singkat yang sukses membuat ku bingung untuk
kesekian kalinya.
*derrt derrt..... derrt derrt*
“eohh?... Baekhyun-hyung, aku permisi sebentar” ijin ku untuk
menjawab panggilan yang masuk ke handphoneku.
“ahh.. nee”
Tidak lama setelah mendapat respon, aku segera bergeser memberikan
jarak pada aku dan Baekhyun-hyung.
“yeobeosaeyeo?”
“nee.. naneun Kai”
“aahhh Kai-ssi.. waeyeo?”
“bisakah kau ke ruang musik sekarang? Aku
ada perlu dengan mu. Ini tidak akan lama, kumohon”
“hmm... geundae.......”
“aisshh jebal......aku jamin urusan ini
tidak akan lamaa”
“huuffttt arra arraa... sebentar lagi aku kesana”
“hehehe okee”
Aku memutuskan panggilan tadi dan kembali pada tempat ku semula
“hmmm... Baekhyun-hyung”
“nee? Sudah selesai?”
“ndee.. Baekhyun-hung aku ada urusan sebentar, keberatan jika kau
menunggu ku sebentar? Aku janjii tidak akan lama.”
“ohh begituu..... baiklahh. Meninggalkan teman baru terlalu lama
tidak baik, apa lagi dia termasuk orang baru disini. Palliwaa!! Aku akan
menunggumu” ucapnya seraya memukul belakang bahuku pelan.
“ndeee... aku akan segera kembalii.. annyeongg~” ku lambaikan
tangan ku kepadanya sembari membungkukan badan ku 60̊
“annyeong...”
.
.
.
.
.
‘Ternyata Kai hanya ingin
memberikan kord gitar yang akan aku bawakan untuk acara festival akhir summer ini.’ Gumamku yang hendak
berjalan menuju tempat aku dan Baekhyun-hyung berada tadi.
Dejavu
Mimpiku benar-benar benar terulang?
-TBC-
1 : BEM.
Hmm bem itu kalo diperkuliahan semacam osis gitu. Gausah terlalu dipikirin yaa.
Itu tadi Cuma figuran doang ehehe.
Haaaiii~ udah lama yaa ga post2 chap 2nyaa. Miaann banget yaaaa :)
Dan maap juga di chapter ini gaada penggalan lagu Don’t Gonya.
Engga pas momentnya soalnyaa ehehe.
Okee dehh berharap aja chap 3 ditulis dengan cepatt. Jangan lupa
buat comment atau review. Annyeongggg~
-@anisarista-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar